Berita Bola

4 Hal yang Harus Dibenahi Juventus untuk Juara Liga Champions Musim Depan

Juventus paling mendominasi di Liga Ialia. Bianconeri baru saja menyabet gelar Serie A kedelapan secara beruntun.

Meski paling sukses di pentas domestik, Juventus tidak dapat berbuat tidak sedikit di Eropa. Si Nyonya Tua tidak jarang kali gagal guna menjuarai Liga Champions.

Juventus sudah mengerjakan investasi besar di bursa transfer untuk menyebabkan pemain berkualitas. Namun, semua pemain laksana Paulo Dybala, Miralem Pjanic, Gonzalo Higuain, dan Douglas Costa belum dapat membawa Juve berprestasi di Eropa.

Juventus akhirnya menyebabkan Cristiano Ronaldo pada mula musim ini dengan harapan dapat memenangkan Liga Champions. Kehadiran bintang Portugal tersebut langsung menciptakan Juve menjadi tim kesayangan untuk mengusung Si Kuping Besar.

Akan tetapi, khayalan penggemar Bianconeri untuk menyaksikan tim kesayangannya menjuarai Liga Champions mesti pulang pupus. Perjalanan Juve pada musim ini melulu sampai babak perempat final sesudah disingkirkan Ajax.

Setelah dipermalukan Ajax, skuat Juventus barangkali memang belum siap guna menjadi juara Liga Champions. Oleh sebab itu, mereka mesti segera mengerjakan perubahan.

Berikut ini empat urusan yang mesti dilaksanakan Juventus guna berjaya di Liga Champions seperti dikutip Sportskeeda.

Ganti Allegri

Massimiliano Allegri mempunyai karier yang bagus di Turin. Dia paling mengesankan di Juventus semenjak menggantikan Antonio Conte. Di klub, Allegri memenangkan empat ganda domestik beruntun antara 2014 dan 2018.

Juventus barangkali adalahtim yang sangat menonjol di Italia selama nyaris satu dekade. Namun, trofi terbesar di Eropa masih luput dari mereka. Di bawah Allegri, Si Nyonya Tua merasakan peningkatan guna menaklukkan Eropa.

Musim ini, walau merekrut Cristiano Ronaldo, Bianconeri gagal memperlihatkan diri mereka di Eropa. Jadi, penyebab utama kegagalan mereka di Eropa sebenarnya ialah pelatih. Pendekatannya yang hati-hati dan negatif kadang-kadang menangkal tim guna mendominasi lawan mereka di Eropa, khususnya di babak sistem gugur.

Allegri dirasakan tidak punya taktik dan rencana yang tepat untuk berhasil di Liga Champions dan timnya dipecundangi Ajax yang dihuni tidak sedikit pemain muda. Oleh sebab itu, tahapan kesatu yang mesti dipungut Juve guna meraih kejayaan di Eropa dapat dimulai dengan mengubah pelatih mereka.

Peremajaan Lini Tengah

Setelah mengolah taktiknya dari 4-2-3-1 menjadi 4-3-3 untuk berlomba di Eropa, Massimiliano Allegri gagal merangkai lini tengahnya supaya cocok dengan sistemnya. Dengan gaya ini, Juventus memerlukan gelandang cerdas yang dapat menekan tinggi, mendominasi penguasaan bola, dan memecah serangan ofensif yang datang sebab mereka lebih rentan terhadap serangan balik.

Raksasa Turin tersebut pernah pernah punya gelandang laksana itu, tetapi ketika ini melulu Pjanic dapat dianggap sebagai gelandang ruang belajar dunia. Namun, Allegri memainkannya guna mengakomodasi kelemahan pemain lain, sehingga memberi batas kreativitasnya.

Untuk berlomba di Eropa, Nyonya Tua memerlukan gelandang yang secara teknis brilian dan punya ciri khas untuk memainkan gaya yang diterapkan oleh pelatih. Sami Khedira, Blaise Matuidi, Emre Can, dan Rodrigo Bentacur, mereka sama sekali tidak sesuai dengan tuntutan pelatih.

Oleh sebab itu, Juventus memerlukan pemain yang dapat menawarkan lebih tidak sedikit taktik untuk mencungkil kreativitas Pjanic, yang sangat diperlukan tim di Liga Champions.

Perbanyak Pemain Top

Juventus telah dikaitkan dengan tidak sedikit pemain sebelum musim panas. Aaron Ramsey bakal bergabung pada musim panas namun Juventus butuh merekrut lebih tidak sedikit pemain lagi menilik ambisi mereka khususnya sekarang sebab ada Cristiano Ronaldo di tim.

Marcelo bakal menjadi ekstra yang bagus menilik skill, pengalaman, dan pemahamannya dengan Ronaldo. Marcelo dirasakan bek kiri terbaik dan bakal menjadi upgrade dari Alex Sandro yang baru menciptakan dua assist sepanjang musim.

Bintang muda Benfica Joao Felix akan menambah lini depan Juventus dan dirasakan punya skill laksana Ronaldo. Dengan kemampuannya, Felix dapat menggantikan Mario Manzukic atau Paulo Dybala di tim guna jangka panjang. Meski harganya paling mahal, dia tentu akan menambah kekuatan lini serang Juventus di Eropa.

Di pertahanan, De Ligt bakal menjadi ekstra yang bagus, menilik usianya, penampilan, dan jiwa kepemimpinannya. Baru berusia 19 tahun, De Ligt telah menjadi kapten Ajax dan mereka berhasil menyingkirkan Juventus di Liga Champions. Namun, Juventus akan berlomba dengan tidak sedikit tim guna mendapatkan tanda tangannya.

Bersabar

Pemain besar tidak menjamin dapat memenangkan Liga Champions, demikian pula uang – ambil misal PSG dan Manchester City. Kejayaan di Liga Champions memerlukan ikatan kesebelasan yang powerful dan pemahaman yang bagus mengenai kekuatan dan keterampilan teknik dari setiap rekan setim.

Barcelona, Real Madrid, dan Bayern Munchen berkembang menjadi kesebelasan kuat di Eropa sesudah bertahun-tahun bersabar dan kerja keras, memadukan kesebelasan mereka untuk sebuah tujuan. Jadi, memenangkan Liga Champions memerlukan gaya bermain yang mesti dikembangkan secara mental dan ditransmisikan di lapangan.

Berdasarkan keterangan dari direktur sepak bola Juventus sesudah merekrut Ronaldo, ia mengklaim Liga Champions ialah prioritas mereka guna 2019. Tetapi andai melihat tim, mereka tetap belum punya chemistry dalam sejumlah pertandingan besar.

Ronaldo memang mengindikasikan kelasnya, memenangkan pertandingan sendirian laksana yang tampak melawan Atletico Madrid, tetapi semua pemain di sekitarnya perlu menambah pemahaman mereka dengan sang bintang. Satu-satunya teknik untuk menemukan ini ialah melalui kesabaran dan kerja keras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *